Wednesday, December 21, 2011

bencana meletusnya gunung merapi

bencana meletusnya gunung merapi


Bencana meletusnya gunung merapi
Efek Musibah meletusnya gunung Merapi
Banyak masyarakat kehilangan lahan pertanian sebagai mata pencaharian mereka,banyak masyarakat sekitar terserang penyakit akibat abu yang dikeluarkan dari gunung merapi tersebut.Rumah warga terselimuti abu vulkanik.dan juga banyak warga yang terkena penyakit akibat debu vulkanik meletusnya gunung merapi itu.
Cara kita menyikapi bencana gunung merapi
Masyarakat jangan terlalu dekat dengan lokasi gunung merapi yang meletus,mencari informasi tentang gunung tersebut sehingga kita dapat mewaspadai meletusnya gunung tersebut.
Hal yang harus dilakukan
Memberi bantuan kepada mereka yang membutuhkan bantuan kita,dan terjun langsung ke tempat kejadian bencana tersebut dan menghibur para warga yang sedih karena bencana meletusnya gunung merapi tersebut.

Monday, December 5, 2011

Kata-kata dari fb

aku menulis namamu dilangit
tp awan menghapusnya
aku menulis namamu di pantai
tp ombak menghapusnya
jadi,aku menulis namumu dihatiku


saat aku ktmu kamu itu takdir
saat aku menjadi temanmu itu pilihanku,
tapi,saat aku jtuh cinta pdmu itu diluar btas kemampuanku.

Tuesday, November 15, 2011

solawat

Sholaatullaah salaamullaah
alaa Thooha rosuulillaah
Sholaatullaah salaamullaah
alaa Yaasin habiibillaah
Tawassalna bi Bismillaah
wabil Haaadi Rosulillaah
wakulli mujaahidin lillaah
bi ahlil badri yaa Allaah

Ilaahi sallimi ummah
minal aafaati wannigmah
wa min hammin wa min ghummah
bi ahlil badri yaa Allaah

Ilaahi-ghfir wa akrimna binaili mathoolibin minna
wadafi masaa-ati 'anna
bi-ahlil badri yaa Allaah

pantun

Bangkok kota seribu pagoda
Mekah adalah kota suci
Kuakui kau sungguh menggoda
Tapi sayang kau seorang banci


Pergi ke pasar naik onta
Membeli anting intan permata
Gak peduli situ udah tua
Yang penting saling mencinta

Air dalam bertambah dalam
Hujan di hulu belum lagi teduh
Hati dendam bertambah dendam
Dendam dahulu belum lagi sembuh
 
 
Banyak bulan perkara bulan
Tidak semulia bulan puasa
Banyak tuhan perkara tuhan
Tidak semulia Tuhan Yang Esa

puisi

Parasnya sungguh indah sekali
Menggugah rasa tuk ingin
Selalu bersamanya
Senyumnya menggetarkan jiwaku
Meresap indah dalam alunan
Syair laguku

Seanggun warna senja menyapa
Bersambut musim yang dijalani
Semegah bintang penuh harapan

Mencoba tuk terangi
Dalam gelapnya malam

sepucuk surat

Sepucuk Surat untuk Sahabat
 
Assalamu ‘alaikum sahabat…
Semoga saat engkau membaca surat ini, engkau dalam keadaan tersenyum. Karena Allah telah menghadirkan kembali rasa sayang serta KasihNya padamu. rasa yang sama saat kita bersama dulu, menjalani hari – hari penuh lelah, merangkai senyum dalam keletihan. Namun, kita menghimpunnya dalam suasana penuh cinta.

Sahabatku, yang karena Allah aku merindukanmu.
Inilah sepucuk surat yang ku tulis untukmu, ku tulis dengan hati yang ikhlas, dengan jiwa yang basah. Semoga setelah engkau membacanya, semakin terjalinlah rasa persahabatan kita. Dan semakin semangat pula ikhtiar kita menuju jalanNya. Semoga Allah menghimpun kita di taman – taman surganya, seperti janji suci yang telah kita ikrarkan.

Wassalam.

surat untuk ibu

ibu....
Jauh di dasar hati ku
Tersimpan lara yang dalam
Tanpa mampu untuk dihapus
Air mata ini tiada henti mengalir
Walau untuk sejenak
Goncangan jiwa ini amat kuat
Dan hanyalah rasa sepi dan duka
Yang tiada jemu mengisi hari-hari ku

Rentangan waktu empat tahun
Tidaklah cukup memulihkan segalanya
Dan menghapus lara ini
Karena kau tetap tiada menghampiriku
Pergi untuk selamanya
Dan tiada pernah kembali

Semua begitu cepat
Tiada daya untuk menghindarinya
Hanya mampu membisu

Namun,
semua duka ini tiada mampu menghapus
kenangan kita bersama
Pelukan dan ciuman hangat mu
Selalu ku rindu di tiap malam ku
Gambaran wajah dan suara mu
Terekam jelas di benak ku
Akan selalu ku rindu
Karena posisi mu tidak akan tergantikan
Oleh siapa pun juga
Dan kau tetaplah Ibu ku
untuk selamanya